Wisuda Akbid Cahwala, Gubernur Sherly Titip Pesan untuk Para Bidan Muda

titiksofifi.com titiksofifi.com titiksofifi.com
Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Maluku Utara, Sri Haryanti Hatari.

Titiksofifi — Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menegaskan bahwa kelulusan tenaga kebidanan bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi menjadi awal dari tanggung jawab sosial untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Sherly melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Maluku Utara, Sri Haryanti Hatari, saat menghadiri Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Diploma III Akademi Kebidanan Cahwala Maluku Utara di Bela Hotel, Sabtu (12/9/2026).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, saya menyampaikan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh wisudawati yang dilantik pada hari ini,” kata Sri saat membacakan pesan Gubernur Sherly.

Menurutnya, wisuda merupakan bukti dari ketekunan, pengorbanan dan kerja keras yang telah dilalui para wisudawati selama menempuh pendidikan.

Namun, setelah menyandang gelar dan menerima ijazah, para lulusan dihadapkan pada tanggung jawab yang jauh lebih besar, terutama dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Momentum wisuda ini merupakan bukti dari ketekunan, pengorbanan, dan kerja keras yang telah saudara-saudari tempuh selama masa studi,” ujarnya.

Sherly menekankan, kondisi geografis Maluku Utara sebagai daerah kepulauan membutuhkan tenaga kesehatan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga ketangguhan, kepedulian dan empati tinggi. Hal tersebut menjadi penting karena tenaga kesehatan, khususnya bidan, akan berhadapan langsung dengan masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil dan pulau-pulau terluar.

“Sebagai wilayah kepulauan, Maluku Utara membutuhkan keberadaan tenaga kesehatan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh dan memiliki empati tinggi,” tegasnya.

Sherly menilai profesi bidan memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Maluku Utara.

Bidan tidak hanya bertugas membantu proses persalinan, tetapi juga menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga keselamatan ibu dan anak, menekan angka kematian bayi, serta membantu pemerintah menangani persoalan gizi dan stunting.

Karena itu, keberadaan lulusan kebidanan di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Ia menyebut, berdasarkan Indikator SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan, hingga akhir 2025 jumlah gabungan tenaga kesehatan perawat dan bidan di Provinsi Maluku Utara tercatat sebanyak 10.098 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 4.953 perawat dan 5.145 bidan. Rasio tenaga kesehatan tersebut terhadap populasi tercatat sekitar 7,26 per 10.000 penduduk, dengan jumlah penduduk Maluku Utara sekitar 1,39 juta jiwa.

Menurut Sherly, angka tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya terus memperkuat ketersediaan dan kualitas tenaga kesehatan di seluruh wilayah Maluku Utara.

Kehadiran lulusan Akademi Kebidanan Cahwala diharapkan dapat ikut memperkuat sistem pelayanan kesehatan masyarakat hingga ke pelosok desa dan pulau-pulau terluar.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga memberikan apresiasi kepada Akademi Kebidanan Cahwala yang dinilai konsisten berkontribusi mencetak sumber daya manusia di bidang kesehatan.

“Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Akademi Kebidanan Cahwala yang terus konsisten berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia berdaya saing di bidang kesehatan,” ujar Sri.

Sementara kepada para wisudawati, pesan Sherly cukup tegas. Ijazah dan gelar yang diperoleh bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal dari pengabdian dan tanggung jawab kepada masyarakat.

“Gelar dan ijazah yang diraih hari ini adalah awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar,” pesannya.

Para lulusan juga diminta menjaga kode etik profesi, terus meningkatkan kompetensi seiring perkembangan teknologi kesehatan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan sikap ramah serta penuh keikhlasan,” tegasnya.

Sherly berharap para lulusan tidak hanya menjadi tenaga kesehatan yang kompeten, tetapi juga mampu hadir sebagai bagian penting dalam membangun masyarakat Maluku Utara yang lebih sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup